Pekan ini kabar dunia pelaut didominasi kabar buruk: gelombang serangan ke tanker di Selat Hormuz pecah lagi dan memakan korban baru — dua tanker diserang pada 11 Oktober, dua pelaut masih hilang — sementara di Somalia 22 pelaut masih disandera di kapal Asana, dan di dalam negeri proses pidana KM Maulana 23 memasuki babak baru dengan 18 tersangka ditetapkan. Berikut rangkumannya, disadur dari media nasional dan internasional.
Serangan Hormuz Pecah Lagi: 12 Kru Luka, Serangan Kini Menjangkau ke Dalam Teluk
Tanker berbendera Panama MT On Peace (IMO 9893204, milik perusahaan Dubai Onex) dihantam proyektil di Selat Hormuz, 9 mil laut lepas Musandam, Oman, pada 6 Oktober 2026. 12 dari 19 kru terluka (11 di antaranya warga India), dan kapal terbakar. Angkatan Udara Oman mengevakuasi 10 kru yang luka ke Rumah Sakit Khasab. India mengeluarkan kecaman resmi — sekitar 23.000 pelaut India beroperasi di perairan Teluk.
Serangan ini bagian dari gelombang serangan yang tak berhenti seminggu terakhir: Maran Gas Mystras (5 Okt), Vela Gas (4 Okt), Cameroon Prosperity (3 Okt), Ghana Prosperity (4 Okt), Kazimah III (3 Okt — 5 pelaut India diselamatkan), hingga Lipsi. UKMTO mencatat minimal 9 insiden sejak awal Oktober.
Dan serangannya sudah tidak lagi terbatas di selat. Pada 7 Oktober, tanker kimia berbendera Antigua & Barbuda Acers dihantam beberapa proyektil 51 mil laut di utara Madinat ash Shamal, Qatar — di dalam Teluk — dengan laporan korban luka di antara kru.
Reuters (8/10) melaporkan: minggu lalu adalah pekan serangan terbanyak ke tanker di Hormuz sejak perang Iran dimulai; arus kapal di selat turun ke titik terendah dalam 2+ bulan; Iran mengancam akan memblokir rute yang tidak disetujuinya — sebuah “kebijakan ketakutan dan ancaman” lewat serangan rudal/drone atau kapal intimidasi. UKMTO juga mencatat satu tanker inbound yang diteriaki dan diancam IRGC terpaksa putar balik.
Dan eskalasinya belum berhenti. Pada 11 Oktober, dua tanker lagi diserang: tanker berbendera Nikaragua MT Petro Dolphin dihantam drone di Sohar Anchorage, Oman — dari 12 kru (11 warga India, 1 Bangladesh), 9 berhasil diselamatkan dan 2 masih hilang; sementara tanker berbendera Kepulauan Marshall MT Valthera dihantam proyektil tak dikenal di Selat Hormuz hingga terbakar — seluruh 11 kru India dilaporkan selamat. Kementerian Luar Negeri India mengecam serangan itu pada 11 Oktober dan menyerukan de-eskalasi; serikat pelaut India mengidentifikasi dua pelaut yang hilang sebagai Bir Bahadur Yadav dan Amit Singh, dan operasi pencarian masih berjalan.
UPDATE 13 Okt — serangan berlanjut, kapal kontainer kini ikut kena. Pada 12 Oktober, UKMTO melaporkan dua kapal dagang lagi dihantam proyektil di Selat Hormuz dalam dua insiden terpisah: sebuah tanker produk minyak yang sedang berlayar keluar selat (UKMTO Warning 169-26) dan sebuah kapal kontainer yang sedang berlayar masuk selat (UKMTO Warning 168-26). Artinya serangan kini meluas ke kapal non-tanker — semua pelaut, bukan cuma awak tanker, perlu waspada. Di hari yang sama, angkatan laut IRGC Iran mengklaim menargetkan “supertanker ketiga” yang melanggar pembatasan navigasi di selat — kapal itu disebut mematikan sistem navigasinya dan mengabaikan peringatan berulang hingga terbakar. Sehari sebelumnya (10 Okt), militer AS (CENTCOM) menyebut pasukannya melumpuhkan kapal kargo berbendera Panama M/V Ocean Molica (alias Arika Sun) lewat tembakan presisi ke buritan, setelah kapal itu mengabaikan peringatan dan berupaya menerobos blokade laut AS terhadap Iran — krunya dilaporkan tidak terluka.
UPDATE 13 Okt — siang: peringatan keras IRGC, 16 pelaut Korea tersisa. Angkatan laut IRGC lewat kantor berita resminya Sepah News (12/10) menegaskan akan memberi “respons tegas” terhadap kapal dagang atau tanker di Selat Hormuz dan Teluk Persia yang bekerja sama dengan “pasukan teroris AS” atau para penyelundup — sehari setelah klaim serangan “supertanker ketiga”. Di sisi lain, Kementerian Kelautan Korea Selatan (13/10) melaporkan jumlah pelaut Korea yang masih berada di Selat Hormuz turun menjadi 16 orang (6 di kapal berbendera Korea, 10 di kapal berbendera asing), setelah satu pelaut turun dari kapal dan digantikan awak asing — pergantian kru di tengah konflik seperti ini yang belakangan membuka peluang bagi pelaut dari negara netral seperti Indonesia.
UPDATE 14 Okt — eskalasi berlanjut, serangan meluas keluar selat. Reuters (14/10) melaporkan minimal lima insiden dalam 48 jam terakhir di sekitar Hormuz — termasuk serangan drone — dengan tempo serangan yang menurut sumber keamanan maritim “terlihat disengaja”. Pejabat Iran menyebut Teheran akan memperluas cakupan operasi di luar Selat Hormuz ke Teluk Oman dan perairan yang lebih jauh — serangan dalam beberapa hari terakhir sudah menghantam kapal di lepas pantai Qatar dan Uni Emirat Arab, jauh di luar selat. Seorang pejabat Iran dikutip: “Kapal-kapal itu tidak akan aman di mana pun, bahkan di luar Selat Hormuz.” Artinya menghindari selat saja tidak cukup — pelaut perlu waspada di seluruh kawasan. TradeWinds mengonfirmasi dua serangan tambahan pada 13 Oktober versi UKMTO (sebuah kapal kontainer dan sebuah tanker), yang diidentifikasi perusahaan keamanan Vanguard sebagai Ever Vict (tanker milik perusahaan Tiongkok, 70.400 dwt) dan Kition M (tanker milik perusahaan Yunani, 75.000 dwt) — keduanya dihantam saat menuju Teluk Oman. Total menurut hitungan TradeWinds sudah 26 kapal diserang sejak 29 September. NY Post (13/10) mencatat enam kapal diserang hanya pada Minggu 11 Oktober — serangan terburuk sepanjang perang — dan arus minyak lewat Hormuz sempat anjlok pada 11 Okt ke kurang dari setengah volume sebelum perang (angka harian, berfluktuasi).
UPDATE 15 Okt — serangan tertinggi sejak perang dimulai, dua kapal tenggelam. Data keamanan yang dikutip AFP (15/10) menunjukkan minimal sepuluh kapal diserang di Selat Hormuz sejak Minggu — tertinggi sejak perang AS–Israel–Iran pecah: empat kapal dihantam pada Selasa (14/10) dan enam pada Minggu (11/10), rekor serangan terbanyak dalam satu hari sejak konflik dimulai. Data Vanguard, IMO, dan UKMTO itu mencatat 23 serangan sejak awal Oktober — hampir dua kali lipat rata-rata bulanan sejak perang dimulai — dengan dua pelaut dilaporkan hilang. Analis Vanguard menilai pemicunya: arus minyak lewat Hormuz sempat pulih ke sekitar 80% volume sebelum perang, lalu kembali turun — serangan memberi sinyal Teheran masih bisa mengganggu pemulihan itu. Korban kapal bertambah: kapal kontainer berbendera Singapura GFS Pride tenggelam pada Selasa setelah dihantam proyektil dan terbakar; seluruh 21 awaknya dievakuasi selamat, tanpa luka. Otoritas pelayaran Singapura (MPA) menyebut serangan ini “tanpa provokasi, tidak bisa dibenarkan, dan melanggar hukum internasional”. Kapal berbendera Antigua dan Barbuda Cape Dao ikut tenggelam — ia dihantam proyektil pada 23 September dan satu awaknya tewas. Keduanya adalah kapal kedua dan ketiga yang tenggelam sejak perang dimulai 28 Februari (analisis data IMO). Kapal ketiga, kapal kontainer Singapura GFS Giselle, juga dihantam proyektil namun berhasil mencapai pelabuhan aman dengan tenaga sendiri; 22 awaknya tidak terluka. Iran memberi versi berbeda: TV pemerintah mengutip IRGC yang menyebut GFS Pride menabrak ranjau laut saat melintas “tanpa izin” — tetapi UKMTO menyebut kedua kapal dihantam proyektil tak dikenal. Data Kpler: arus minyak lewat Hormuz anjlok ke 2,9 juta barel pada 11 Okt (dari sekitar 20,8 juta barel pada 8 Okt); Iran mengerahkan unit angkatan laut baru untuk pengawasan real-time di selat, Teluk Oman, dan Laut Arab, dan pejabat Iran menyebut taktik ofensif baru dipakai sejak sekitar 10 hari lalu — analis menilai ini juga untuk menaikkan harga minyak jelang pemilu sela AS 3 November (Brent sekitar US$106, WTI sekitar US$94,8).
Honour 25 Pulang, Tapi 22 Pelaut Masih Disandera di Asana
Kabar gembira pekan lalu — empat WNI MT Honour 25 tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 6 Oktober 2026, disambut Menteri Luar Negeri — kini diikuti pengingat pahitnya. Sekjen IMO Arsenio Dominguez: total 44 pelaut dibebaskan dari tiga kapal (Honour 25, Seamull/Sibu 1, dan Eureka), 5 tewas dalam operasi penyelamatan, dan 22 pelaut MASIH disandera di kapal Asana.
Kapal Asana dibajak pada 17 Juli 2026, sekitar 65 mil laut barat daya Mukalla, Yaman, saat membawa produk minyak menuju Bosaso. Dominguez (8/10) kembali menyerukan pembebasan — belum ada perkembangan.
Skalanya membesar: Sekjen IMO menyebut total lebih dari 90 pelaut masih disandera di enam kapal (Honour 25, Sward, Eureka, Asana, Lutuf, Seamull) di perairan Somalia dan Teluk Aden. Pembajakan Somalia tercatat minimal 15 serangan sejak April 2026 — tertinggi sejak 2013. Catatan penting: label risiko tinggi perairan Afrika Timur yang dicabut pada Januari 2023 belum dipulihkan, sehingga banyak kontrak masih beroperasi dengan asumsi risiko lama. Klaim keamanan Puntland soal tebusan yang dibayar untuk kapal Sward dan satu kapal lain belum terverifikasi.
KM Maulana 23: 18 Tersangka Ditetapkan, TPPO Naik ke Penyidikan
Proses pidana kasus KM Maulana 23 bergerak cepat. 10 Oktober 2026: polisi menetapkan 18 orang sebagai tersangka penganiayaan — dari 24 kru yang diperiksa, 19 orang diduga kuat terlibat, tetapi satu orang belum bisa ditetapkan karena alat bukti masih dilengkapi. Keempat korban — Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, Johan Saputra — sudah dipulangkan. Penanganan penganiayaan dijalankan Polres Kepulauan Aru, sedangkan dugaan TPPO naik ke tahap penyidikan sejak 7 Oktober dan ditangani Polres Pelabuhan Tanjung Priok.
Penyidik diterjunkan ke Kepulauan Aru, dan dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) didalami — Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok meminta doa “agar terungkap hingga TPPO”. Temuan teknis memberatkan: VMS kapal sengaja dimatikan sejak 22 Agustus 2026, dan operator PT Anugrah Maritim Indonesia Raya (pemilik 5 kapal) kini berhadapan dengan pembekuan izin operasi oleh KKP.
Dirjen PSDKP memberi gambaran kondisinya: para ABK bekerja “sore hingga pagi, makan dua kali sehari” — “Ini semacam perbudakan.” Satu detail memilukan: keluarga salah satu korban sempat diberi tahu pihak kapal bahwa korban “sakit beri-beri” dan dirawat di RS Dobo — ternyata korban tidak mendapat perawatan dan harus dievakuasi ke RS Dobo karena butuh penanganan medis. Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menyambangi rumah keluarga korban dan menegaskan kasus akan diusut tuntas hingga TPPO.
Pelajaran buat Pelaut
Tiga peristiwa ini menegaskan satu hal yang sama dengan pekan lalu: risiko di laut itu nyata, dan perlindungannya harus disiapkan sebelum berangkat.
- Cek klausul war-risk sebelum tanda tangan — terutama rute yang menyentuh Hormuz atau Teluk: ada kompensasi khusus daerah risiko perang atau tidak, dan ada hak menolak transit ke zona berbahaya atau tidak. Kalau tidak ada keduanya, jangan tanda tangan dulu.
- Perairan “risiko tinggi” tidak selalu berlabel. Label risiko tinggi Afrika Timur dicabut 2023 dan belum dipulihkan — jangan andalkan label, ikuti berita dan arahan IMO/UKMTO.
- Di kapal ikan, pastikan VMS menyala dan ada PKL tertulis. VMS yang dimatikan berbulan-bulan dan target tangkapan yang tak masuk akal adalah sinyal bahaya — persis seperti di KM Maulana 23.
- Dokumentasikan kekerasan. Kasus KM Maulana 23 bergerak cepat karena ada bukti video. Kalau mengalami atau menyaksikan kekerasan di kapal, rekam dan simpan baik-baik.
- Jangan takut melapor. Ke ITF, serikat pelaut, atau KBRI — identitas pelapor dilindungi.
Sumber:
- Marine Insight — Oman Evacuates Injured Crew Members from Oil Tanker Attacked in Strait of Hormuz
- Al Jazeera — Oman Evacuates Injured Crew from Attacked Tanker in Strait of Hormuz
- The National — India Condemns Strike on Oil Tanker Owned by Dubai Company in Strait of Hormuz
- Nation Press — 5 Indians Rescued After Hormuz Tanker Attack
- Reuters — Attack Risks Rise for Tankers as Iran Vows to Block More Hormuz Routes
- Al Jazeera — Tanker Hit by Multiple Projectiles off North Coast of Qatar, UKMTO Says
- Tribune India — Tanker Struck by Multiple Projectiles off Qatar Coast, Casualties Reported
- Safety4Sea — Three Hijacked Vessels Freed with 44 Seafarers Released in the Indian Ocean
- The Straits Times — Four Indonesian Seamen Return Home After Somali Pirate Ordeal
- CrewMirror — Indonesia Stands Firm Against Somali Hijackers’ Demands in MT Honour 25 Incident
- Radio Yei — Six Ship Hijackings Since April Raise Kenya, South Sudan Import Costs
- Pulbaket — KM Maulana 23: 19 Kru Berpotensi Jadi Tersangka Penganiayaan ABK
- Rembang News — Polisi Periksa 24 Kru KM Maulana 23 Terkait Dugaan Penganiayaan ABK
- Informasi Raja — Gagal Penuhi Target Tangkapan Cumi, ABK KM Maulana 23 Alami Penganiayaan Berat
- Harian Berita — Kronologi Dosa Berlapis KM Maulana 23 hingga Diamankan KKP
- Investigasi Hukum Kriminal — Kapolres Priok Sambangi Rumah ABK Korban Penganiayaan KM Maulana 23
- Economic Times — India Condemns Attacks on Two Vessels in Hormuz Region (MEA statement, 11 Oct 2026)
- Business Today — Two Tankers Carrying Indian Seafarers Hit in Strait of Hormuz & Oman (12 Oct 2026)
- Millennium Post — Two Seafarers Missing Identified as Bir Bahadur Yadav and Amit Singh (12 Oct 2026)
- Al Mayadeen — UKMTO Reports Two Vessels Struck by Projectiles in Strait of Hormuz: Oil Products Tanker + Container Ship (12 Oct 2026)
- Shafaq News — Unknown Projectile Hits Tanker in Strait of Hormuz; US Disables M/V Ocean Molica (11 Oct 2026)
- Reuters via GMA News — Tanker Struck by Projectile in Strait of Hormuz, Fire Reported, UKMTO Says (11 Oct 2026)
- The Jerusalem Post — UKMTO Says Tanker Struck by Drone off Oman’s Coast; 9 Rescued, 2 Missing (12 Oct 2026)
- ChosunBiz — IRGC Strikes Supertanker in Hormuz After Warnings Ignored; Sepah News Warning to Merchant Ships (13 Oct 2026)
- NoCut News — Korean Seafarers Remaining in Strait of Hormuz Drops to 16 (13 Oct 2026)
- Reuters — Iran Shifting Tactics to Step Up Attacks on Shipping, Expand Beyond Hormuz (14 Oct 2026)
- TradeWinds — Two More Hormuz Attacks Confirmed: Ever Vict & Kition M, 26 Ships Hit Since 29 Sep (13 Oct 2026)
- NY Post — Hormuz Ships Pummeled with Worst Attacks of the Iran War; Oil Flows Plummet (13 Oct 2026)
- The Eastleigh Voice — IMO Calls for Release of Over 90 Seafarers Held by Somali Pirates
- Genvoice — 18 Tersangka Ditetapkan, 1 Masih Diusut (10 Oct 2026)
- Berita898 — TPPO Naik ke Penyidikan Sejak 7 Oktober 2026
- Hakimri — 4 Korban Dipulangkan, Kasus Terbongkar dari Patroli Siber
- BusinessWorld — Two Ships Sink Near Hormuz; GFS Pride & Cape Dao (15 Oct 2026)
- AFP via GMA News — Hormuz Attacks at Highest Level Since War Began; 23 Since Early Oct (15 Oct 2026)
- Malay Mail — Two Singapore-Registered Ships Hit; GFS Pride Sinks, GFS Giselle Safe (15 Oct 2026)




