Cara Mengurus Buku Pelaut / Seamanbook yang Hilang

2
918
views

Yang terpenting menjadi seorang pelaut adalah memiliki buku pelaut (Seaman Book). Buku pelaut merupakan dokumen resmi negara yang dikeluarkan oleh Pemerintah yang berisi identitas fisik pelaut yang tidak berdasarkan standar biometrik sidik jari dan bukan sebagai dokumen perjalanan yang harus disimpan baik-baik. Buku pelaut yang dimiliki para pelaut tidak bisa digunakan untuk menggantikan paspor.

Di dalam buku pelaut terdapat record kerja seorang pelaut. Di sana tercatat secara jelas tentang tanggal pelabuhan sijil sign on maupun sign of seorang pelaut. Selain itu, buku pelaut juga berfungsi sebagai catatan kesehatan bagi pemilik buku, buku pelaut menjadi bukti dengan tidak adanya catatan penyakit yang tertulis.

Adapun persyaratan penting yang harus dilakukan sebelum membuat buku pelaut yaitu, mempunyai sertifikat keahlian pelaut BST atau Basic Safety Training. Pelatihan BST dilakukan sebagai bentuk pelatihan dasar keselamatan dan cara untuk mencegah suatu musibah, namun BST tidak hanya diikuti oleh pelaut saja, tetapi juga bisa digunakan untuk karyawan, trainer, atau pegawai yang lain.

Untuk pelaut, peranan BST sangat penting karena selain sebagai syarat dalam pembuatan buku pelaut yang sudah disebutkan di atas, BST melatih agar pelaut bisa tanggap akan musibah dan bencana yang terjadi di kapal, baik yang meliputi keselamatan diri sendiri dan kecelakaan kapal yang terjadi.

Anda yang merupakan calon pelaut maupun Taruna/i yang belum memiliki sertifikat keahlian pelaut bisa mendapatkan sertifikat BST di tempat diklat keahlian pelaut, seperti di STIP Marunda, Pertamina Maritime Traning Center, PIP Semarang, Binasena dan masih banyak lagi. Namun jika Anda sudah memiliki tetapi buku pelautnya hilang, Anda bisa membuatnya lagi.

cara mengurus seamanbook hilang
cara mengurus seamanbook hilang

Berikut cara mengurus buku pelaut yang hilang :

  • Foto kopi sertifikat keahlian pelaut (BST) dan atau sertifikat keterampilan pelaut, surat keterangan PRALA bagi TARUNA/I yang akan melaksanakan Praktek Kerja Laut.
  • Siapkan juga surat keterangan masa berlayar yang sudah diketahui oleh Syahbandar atau KBRI setempat bagi pelaut yang sudah pernah berlayar.
  • Bawa juga surat keterangan kesehatan dari dokter rumah sakit sesuai dengan yang sudah direkomendasikan.
  • Buat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
  • Foto kopi Akte Kelahiran / Surat Kenal Lahir / Kartu Tanda Penduduk (yang masih berlaku).
  • Siapkan pas foto ukuran 5×5 dan 3×4 masing-masing ukuran sebanyak 3 lembar dengan syarat foto memakai baju putih polos yang mempunyai lengan panjang dan berdasi warna hitam dengan latar belakang (background) berwarna BIRU untuk bagian NAUTIKA (dek) dan warna MERAH untuk bagian TEKNIKA (mesin).
  • Yang terpenting adalah membawa surat keterangan kehilangan dari kepolinboosian atau foto kopi laporan kecelakaan kapal.

Proses mengurus buku pelaut yang hilang memakan waktu sampai 3 hari kerja dan memiliki masa berlaku selama 7 tahun. Namun, proses akan memerlukan waktu tambahan selama 1 hari jika Anda memerlukan pemeriksaan fisik, untuk pemeriksaan COC pelaut asing. Seluruh persyaratan yang sudah lengkap dan teridentifikasi secara urut sesuai degan ketentuan / peraturan yang berlaku. Waktu pelayanan tersebut berdasarkan atas perhitungan terhadap satu permohonan dan/ atau satu kapal.

Demikian penjelasan singkat tentang cara mengurus buku pelaut yang hilang. Semoga informasi yang kami sampaikan bisa bermanfaat untuk Anda. Terima kasih sudah berkunjung dan membaca artikel sederhana kami. Selamat mencoba dan semoga sukses.

SHARE

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here